Deli Serdang, Mediaberitarakyat.id-
Sebuah jembatan yang baru saja selesai dikerjakan di Desa Tandam Hilir 1, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, kini tengah menjadi sorotan tajam. Bukannya memberikan manfaat, jembatan tersebut justru ditemukan sudah mengalami kerusakan berupa penurunan struktur dan retakan pada bagian konstruksinya, meski proyek tergolong baru rampung
Sabtu (11/04/2026)
Temuan ini merupakan hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh tim Forum Komunikasi Masyarakat Tandem Hilir (Forkom Mastahir). Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa bagian jembatan tampak mengalami kerusakan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menimbulkan dugaan kuat bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau bestek yang ditetapkan.
Dari papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, diketahui bahwa pekerjaan tersebut merupakan pemeliharaan jembatan di Jalan Sayur, SP Bahagia, Desa Tandam Hilir 1. Proyek ini dikerjakan oleh CV Calanda Java Energy dengan nilai kontrak sebesar Rp 498.932.432,89 yang bersumber dari APBD Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
Perwakilan Forkom Mastahir menegaskan bahwa kerusakan yang muncul dalam waktu singkat setelah pengerjaan selesai merupakan indikasi kuat adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami menduga pengerjaan tidak sesuai bestek. Ini baru selesai, tapi sudah rusak. Ini sangat merugikan masyarakat,” ujar salah satu anggota tim investigasi Forkom Mastahir.
Atas temuan tersebut, Forkom Mastahir berencana membawa kasus ini ke ranah hukum dengan melaporkannya kepada Kejaksaan Negeri Deli Serdang guna dilakukan pemeriksaan terhadap pihak pelaksana proyek.
Warga sekitar pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengevaluasi hasil pengerjaan, serta memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun menggunakan uang rakyat benar-benar layak dan aman untuk digunakan.
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap proyek infrastruktur di daerah yang dinilai belum memenuhi standar kualitas, meski menggunakan anggaran publik yang tidak sedikit. (Hendrik)
