Simalungun, Mediaberitarakyat.id-
Aroma ketidakadilan menyelimuti manajemen CV Rapi Tehnick pasca pengunduran diri paksa salah satu karyawannya, Ervin Ernawan, yang menjabat sebagai Mandor Pengolahan. Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan intervensi, intimidasi, hingga praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum keamanan perusahaan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Minggu (8/3/2026), Ervin Ernawan diduga dipaksa mundur dari jabatannya oleh Manajer CV Rapi Tehnick, Redi Indra. Tuduhan berat dialamatkan kepada Ervin, di mana ia diasumsikan terlibat dalam aksi pencurian kabel di lingkungan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) CV Rapi Tehnick yang berlokasi diJalan asahan km 18,5 Huta III pematang asilom, Kecamatan Gunung malela, Kabupaten Simalungun
Sumatera Utara.
Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh bukti - bukti yang muncul. Rekaman video dan audio menunjukkan adanya dugaan rekayasa kasus.
Dalam rekaman tersebut, tiga pelaku pencurian Sugianto alias Leze, Ramadhani alias Lonjong, dan Irza Pratama mengaku diperintah oleh Kepala Sekuriti, Ivin Syarial, untuk menyeret nama Ervin Ernawan sebagai otak pencurian.
Tak hanya dugaan kriminalisasi, praktik pungli juga dilaporkan terjadi. Ivin Syarial diduga memungut biaya sebesar Rp800.000 per orang dari ketiga pelaku pencurian sebagai "denda". Hingga saat ini, ketiga pelaku diketahui masih aktif bekerja di perusahaan, sementara Ervin yang tidak terbukti terlibat justru dipaksa menanggalkan jabatannya.
Dugaan kuat muncul bahwa pihak manajemen sengaja menekan Ervin untuk mengundurkan diri guna menghindari kewajiban pembayaran hak - hak karyawan (pesangon) sesuai dengan undang - undang ketenagakerjaan yang berlaku.
Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Redi Indra selaku Manajer CV Rapi Tehnick untuk meminta klarifikasi terkait kronologis dan keterlibatan oknum sekuriti tersebut, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan respons hingga berita ini diturunkan, Senin (9/3/2026).
Kasus ini kini menjadi sorotan terkait perlindungan hak pekerja dan transparansi manajemen di CV Rapi Tehnick.
(Mariono)
