Notification

×

Iklan

*DEMA STAIN Madina Tantang Kapolres: Tangkap Mafia Penimbun Minyak Ilegal dan Aktor di Balik Tambang Emas Haram*

Jumat, 06 Maret 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T04:09:32Z


Madina 02/03/2026

Mediaberitarakyat.id- 



Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Mandailing Natal kembali melontarkan pernyataan keras dan terbuka kepada Kapolres Mandailing Natal. Kali ini, mahasiswa tidak hanya menyoroti lambannya penanganan kasus PETI di Kecamatan Kotanopan, tetapi juga mendesak penangkapan mafia penimbun minyak ilegal yang diduga menjadi pemasok utama operasional alat berat tambang emas tanpa izin.


Ketua DEMA STAIN Madina, Abdul Bais Nasution, menyatakan praktik penimbunan dan distribusi minyak ilegal telah merugikan masyarakat secara luas. Kelangkaan BBM di tingkat warga disebut berbanding terbalik dengan lancarnya suplai untuk alat-alat berat tambang ilegal yang terus beroperasi tanpa henti.


“Rakyat susah mendapatkan BBM, tapi alat berat tambang ilegal tetap menyala siang dan malam. Ini ironi yang memalukan. Kami mendesak Kapolres segera tangkap mafia-mafia penimbun minyak ilegal yang menjadi urat nadi operasional tambang emas haram di Mandailing Natal,” tegas Abdul Bais, Senin (2/3/2026).


DEMA menilai praktik ini bukan kejahatan kecil, melainkan jaringan terorganisir yang merusak ekonomi daerah, mencederai keadilan sosial, serta memperkuat eksistensi tambang ilegal yang telah menelan korban jiwa dan merusak lingkungan. Jika aparat tidak bertindak tegas, mahasiswa menyebut akan muncul persepsi bahwa ada pembiaran atau bahkan kelonggaran terhadap para pelaku.


Mahasiswa menuntut penegakan hukum yang menyasar aktor utama, bukan sekadar sopir atau pekerja lapangan. “Tangkap pemodalnya. Bongkar jaringannya. Jangan hanya menyentuh ranting, sementara akarnya dibiarkan tumbuh subur,” lanjutnya dengan nada keras.


Menurut DEMA, tambang emas ilegal dan mafia penimbun minyak adalah dua sisi mata uang yang saling menguatkan. Selama suplai BBM ilegal tidak diputus, selama itu pula aktivitas tambang ilegal akan terus hidup dan merampas hak masyarakat atas lingkungan yang aman dan sumber daya yang bersih.


DEMA STAIN Madina menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil. Jika dalam waktu dekat tidak ada penindakan nyata dan transparan, mereka memastikan akan turun ke jalan bersama masyarakat untuk menuntut penegakan hukum tanpa kompromi.


“Mandailing Natal bukan ladang bebas bagi mafia minyak dan tambang ilegal. Kapolres harus membuktikan keberanian dan integritasnya. Tangkap para mafia itu sekarang juga, atau publik akan menilai hukum sedang kehilangan wibawanya,” pungkas Abdul Bais dengan pernyataan yang menyala. 


(DEMA STAIN MADINA/TIM)

×
Berita Terbaru Update